Instrument

Minggu, 08 September 2013

Tidak Semestinya

Ada saatnya seseorang berada di posisi yang tidak diinginkannya. Dia berusaha berdiri di keadaan yang salah. Tetap jaga keseimbangan demi bertahan, dan tak ingin membiarkan dirinya jatuh di lubang yang salah. Bahkan berharap hilang dari kenyataan, meski terkadang ia terlilit pada sebuah bayang. Yang tiap kali terlintas, seakan ia ada. Meski sekalipun bayang itu melilit sampai seperti tak bisa bernafas, tak bisa berkata-kata, tak bisa berbicara, dan jatuhkan air mata. Sesegera mungkin untuk mencoba menjauh, bukan sampai pada tujuan, tapi malah tersesat pada keadaan hidup setengah mati. Tenangkan diri sejenak, coba hitung jumlah bintang dilangit. Tapi ku tak temukan dua bintang yang hilang. Tersadar mereka hadir setiap aku tatap matamu, maka aku punya satu permintaan untukmu. Izinkan aku melihatmu, agar aku bisa sekaligus merasakan dua keindahan dalam satu tatapan. Semua terasa jauh, terasa saat dirasa rasa. Kamu memang tidak jauh, tapi kamu berlari terlalu kencang sampai aku tidak bisa meraihmu. Salam malam dari hati yang tidak dihadiri lagi atas kehadiranmu yang diinginkan hadir untuk saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar