Instrument

Minggu, 01 September 2013

Kesempurnaan

Ku tatap sebuah kesempurnaan saat ku yakin hanya ada dirimu di hadapanku. Tiada satu penggantinya, aku sudah terlanjur melebur bersatu bersama hembusan nafasmu. Terlambatku untuk pergi hilangkan semuanya, karena sulit memaksa hati berhenti memikirkanmu. Bagaimana caranya membuatmu menatapku seperti aku menatapmu? siapa yang gelapkan matamu sampai kau tak tahu bahwaku selalu hadir di sekitar kesepianmu?. Kan ku katakan pada embun pagi, jangan kau biarkan beri rasa dingin yang mendalam, karena aku tak bisa memeluknya dari kejauhan. Dan ku tanya pada bintang, mampukah kau menyinari hidupnya? karena aku sudah tak sanggup lagi menerangi setiap langkahnya. Maka ku beranikan diri datang pada matahari seraya berkata, teruslah sertai kehangatanmu untuk hidupnya, karena aku akan pergi membawa kehangatan yang semestinya. Maaf jika setiap deru aliran darahku terus berharap engkaulah nadinya. Dan kutunggu Tuhan sampaikan pesan anugerah terindahnya, kesempurnaanku datang kembali dan biarkan aku merasa sempurna karenamu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar