Instrument

Rabu, 18 September 2013

Bintang Hidupku

Kadang aku coba hilang dari peredaran, keluar dari orbit yang seharusnya. Mengejar sinar penerang yang tlah lama ku tunggu, meskipun hadir sinar lainnya. Sebagian dari mereka bertanya-tanya, kemana ?. Tapi aku tetap rasakan kesepian di tengah ramainya pembicaraan. Jangan samakan aku dengan mereka, mereka hanya bisa berbicara. Mungkin diantaranya ada yang mengerti, tapi tidak satupun yang sepaham denganku. Karena mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Aku diciptakan tidak sama, aku kelemahan dari kelebihanmu dan kelebihan dari kelemahanmu. Aku tidak pernah berhenti berharap, karena harapan adalah kebutuhan dari setiap kondisi. Kesunyian menjadi kawan setia yang tak pernah berkhianat untuk saat ini. Mungkin aku tak seindah yang kau lihat, tak sesempurna yang kau harapkan, tapi aku masih bisa berusaha menjadi yang terbaik di setiap keadaan yang kau pinta. Ketahuilah, jika kamu ingin hidup seribu tahun, maka aku berdoa, agar hidupku seribu tahun kurang satu hari, kenapa? dengan begitu berarti aku tidak pernah hidup tanpa kamu. Sekarang aku tersesat di tengah ribuan pengisi alam galaksi nan luas. dan aku tetap cari sinar itu, sinar bintang yang ku butuhkan, agar aku tenang kembali ke orbitnya. Dan kalaupun ada bintang yang paling indah, kamulah dia, bintang hidupku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar