Instrument

Minggu, 01 September 2013

Masih Tentangmu

Protes terhadap hati yang terus memaksa bibir untuk tetap membisu saat di hadapanmu, itu hukumnya. Mulai terbuai dalam khayal terantai kata-kata manis, namun hanya kalimat dalam hati. Sedangkan berada disisimu adalah peristiwa penting. Tapi waktu tidak setuju untuk memperlambat detiknya dalam harapan ingin berlama-lama bersamanya. Karena mungkin selanjutnya waktu sudah habis beriku kesempatan menatapmu dalam naungan tatapan terakhir. Kita bernafas dengan udara yang sama, tapi Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Kita berada di bawah langit yang sama, tapi Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Dan kita tercipta dalam jalan yang berbeda, maka benar Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Jagalah jarak yang diperkenankan untuk kita sekarang, karena di dalam ukurannya tersimpan rindu yang mendalam. Berjalanlah terus, tak usah kau palingkan wajah tuk lihat ku lagi, karena itu hanya akan menambah rasa sakitnya. Tapi ketahuilah, aku pernah teteskan airmata di Samudra Atlantik, sampai saat aku menemukannya, saat itulah baru aku bisa berhenti mencintaimu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar