Instrument

Kamis, 26 September 2013

Salam Rindu

Aku cukup mengenal hatimu, aku belajar mengerti semuanya. Tapi bisakah kau pahami sedikit, bahwa mengerti yang sebelumnya tidak ku mengerti itu sulit. Sampai kapanpun akan aku tunggu jawabanmu, tentang kenapa rasa ini masih belum cukup untukmu. Meskipun pendustaan itu tetap terjadi, hingga benar aku tidak menyadari. Rasa cinta yang kurasakan bukanlah sekedar saja, namun apa mau dikata, sudah suratan tertulis di garis tangan. Haruskah aku mengemis cinta untuk hilangkan duka?. Kalaulah malam dapat bercerita, aku malu mendengarnya. Aku tak dapat tidur, walau sudah terpejam mata ini. Setiap umat tau, Tuhan tidak akan menciptakan apa-apa yang tidak ada manfaatnya di dunia ini, begitupun air mata. Jadi, bolehlah aku menangis untuk memanfaatkan pemberian Tuhan, meskipun di saat hatiku sakit menggilai cinta yang tak kau ketahui. Kalau kau bertanya, apa yang sedang aku fikirkan saat ini. Bercerminlah, maka kau akan temukan jawabannya. Tak pernah habis ku bercerita, pada malam-malam yang keadaannya tega biarkan aku sendiri. Tak pernah berhenti ku bertanya, pada pagi cerah yang biarkan burung-burung tetap bernyanyi meskipun aku bersedih. Tak pernah diam ku berkata-kata tentangmu, pada langit senja yang siap berganti menjadi gelap. Lalu apa hasilnya? aku hanya bisa tersenyum berandai-andai, sambil menyalahkan diriku, yang selalu berdusta berhenti memikirkanmu. Yang selalu siap tertegun melamun habiskan waktu mengharapkan bayanganmu. Salam rindu dari mata yang mencari-cari senyuman terindah bagai tak terpandang seperti dulu.

Rabu, 18 September 2013

Bintang Hidupku

Kadang aku coba hilang dari peredaran, keluar dari orbit yang seharusnya. Mengejar sinar penerang yang tlah lama ku tunggu, meskipun hadir sinar lainnya. Sebagian dari mereka bertanya-tanya, kemana ?. Tapi aku tetap rasakan kesepian di tengah ramainya pembicaraan. Jangan samakan aku dengan mereka, mereka hanya bisa berbicara. Mungkin diantaranya ada yang mengerti, tapi tidak satupun yang sepaham denganku. Karena mereka tidak merasakan apa yang aku rasakan. Aku diciptakan tidak sama, aku kelemahan dari kelebihanmu dan kelebihan dari kelemahanmu. Aku tidak pernah berhenti berharap, karena harapan adalah kebutuhan dari setiap kondisi. Kesunyian menjadi kawan setia yang tak pernah berkhianat untuk saat ini. Mungkin aku tak seindah yang kau lihat, tak sesempurna yang kau harapkan, tapi aku masih bisa berusaha menjadi yang terbaik di setiap keadaan yang kau pinta. Ketahuilah, jika kamu ingin hidup seribu tahun, maka aku berdoa, agar hidupku seribu tahun kurang satu hari, kenapa? dengan begitu berarti aku tidak pernah hidup tanpa kamu. Sekarang aku tersesat di tengah ribuan pengisi alam galaksi nan luas. dan aku tetap cari sinar itu, sinar bintang yang ku butuhkan, agar aku tenang kembali ke orbitnya. Dan kalaupun ada bintang yang paling indah, kamulah dia, bintang hidupku.

Minggu, 08 September 2013

Tidak Semestinya

Ada saatnya seseorang berada di posisi yang tidak diinginkannya. Dia berusaha berdiri di keadaan yang salah. Tetap jaga keseimbangan demi bertahan, dan tak ingin membiarkan dirinya jatuh di lubang yang salah. Bahkan berharap hilang dari kenyataan, meski terkadang ia terlilit pada sebuah bayang. Yang tiap kali terlintas, seakan ia ada. Meski sekalipun bayang itu melilit sampai seperti tak bisa bernafas, tak bisa berkata-kata, tak bisa berbicara, dan jatuhkan air mata. Sesegera mungkin untuk mencoba menjauh, bukan sampai pada tujuan, tapi malah tersesat pada keadaan hidup setengah mati. Tenangkan diri sejenak, coba hitung jumlah bintang dilangit. Tapi ku tak temukan dua bintang yang hilang. Tersadar mereka hadir setiap aku tatap matamu, maka aku punya satu permintaan untukmu. Izinkan aku melihatmu, agar aku bisa sekaligus merasakan dua keindahan dalam satu tatapan. Semua terasa jauh, terasa saat dirasa rasa. Kamu memang tidak jauh, tapi kamu berlari terlalu kencang sampai aku tidak bisa meraihmu. Salam malam dari hati yang tidak dihadiri lagi atas kehadiranmu yang diinginkan hadir untuk saat ini.

Rabu, 04 September 2013

Datang

Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya kenapa baru sekarang. Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan membuatmu berdiri di depan pintu terlalu lama. Kalau kamu datang, aku berjanji tidak akan bertanya hati mana saja yang sudah kau lewati untuk sampai di sini. Karena dengan langkahmu aku terbangun dari mati suri yang kunina-bobokan sendiri. Kalau kamu datang, tolong jangan pergi, aku lelah terjaga di balik pintu. Karena kedatanganmu menyertakan ketenangan tersendiri untukku. Hilangkan kegilaan  tangisan cuma-cuma untuk dapatkan kabar, hilangkan keraguan kau benar ada di dunia ini, hilangkan gelisah kau bersama yang lain. Datang, dan datanglah. Aku telah siapkan senyum terindah untuk sambut kehadiranmu. Aku sadar ini semua terlihat konyol, aku sayang sama kamu, tapi aku tidak mau cintaku sia-sia. Yang ku tau sebelum ku berhasil lihat pelangi, maka aku harus berkali-kali basah kuyup di bawah hujan. Kamu ga perlu janji kasih aku bulan atau bintang, bila kita bisa bersama-sama di bawah sinarnya saja itu sudah cukup buatku. Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan, ketahuilah, aku tidak akan pernah belajar untuk menjadi benar. Bukan masalah jarak, tetapi aku yang begitu merindukanmu. Rindu tetaplah luka, dan obatnya hanyalah kehadiranmu di sisiku. Maka datanglah, tolong hargai waktuku yang terbuang agar tidak terbilang percuma. Dan segera ajarkan aku arti kesetiaan.

Minggu, 01 September 2013

Kesempurnaan

Ku tatap sebuah kesempurnaan saat ku yakin hanya ada dirimu di hadapanku. Tiada satu penggantinya, aku sudah terlanjur melebur bersatu bersama hembusan nafasmu. Terlambatku untuk pergi hilangkan semuanya, karena sulit memaksa hati berhenti memikirkanmu. Bagaimana caranya membuatmu menatapku seperti aku menatapmu? siapa yang gelapkan matamu sampai kau tak tahu bahwaku selalu hadir di sekitar kesepianmu?. Kan ku katakan pada embun pagi, jangan kau biarkan beri rasa dingin yang mendalam, karena aku tak bisa memeluknya dari kejauhan. Dan ku tanya pada bintang, mampukah kau menyinari hidupnya? karena aku sudah tak sanggup lagi menerangi setiap langkahnya. Maka ku beranikan diri datang pada matahari seraya berkata, teruslah sertai kehangatanmu untuk hidupnya, karena aku akan pergi membawa kehangatan yang semestinya. Maaf jika setiap deru aliran darahku terus berharap engkaulah nadinya. Dan kutunggu Tuhan sampaikan pesan anugerah terindahnya, kesempurnaanku datang kembali dan biarkan aku merasa sempurna karenamu.

Masih Tentangmu

Protes terhadap hati yang terus memaksa bibir untuk tetap membisu saat di hadapanmu, itu hukumnya. Mulai terbuai dalam khayal terantai kata-kata manis, namun hanya kalimat dalam hati. Sedangkan berada disisimu adalah peristiwa penting. Tapi waktu tidak setuju untuk memperlambat detiknya dalam harapan ingin berlama-lama bersamanya. Karena mungkin selanjutnya waktu sudah habis beriku kesempatan menatapmu dalam naungan tatapan terakhir. Kita bernafas dengan udara yang sama, tapi Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Kita berada di bawah langit yang sama, tapi Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Dan kita tercipta dalam jalan yang berbeda, maka benar Tuhan tidak takdirkan kita untuk bersama. Jagalah jarak yang diperkenankan untuk kita sekarang, karena di dalam ukurannya tersimpan rindu yang mendalam. Berjalanlah terus, tak usah kau palingkan wajah tuk lihat ku lagi, karena itu hanya akan menambah rasa sakitnya. Tapi ketahuilah, aku pernah teteskan airmata di Samudra Atlantik, sampai saat aku menemukannya, saat itulah baru aku bisa berhenti mencintaimu.

Masa Silam

Kalaupun semua kisah dulu tidak pernah terjadi lagi, ketika aku bertemu bayangmu di penghujung jalan, pastilah aku terus menatapnya sampai bayang itu hilang terbawa arus jalan. Semakin sakit ketika semakin banyak terhitung langkah kakimu yang menjauh dariku. Sangat bodoh saat berharap kau akan menoleh untuk sesaat. Tidak akan terjadi karena kamu tidak akan kembali berbalik kebelakang dan melangkah mendekat. Hanya berani melihat dari kejauhan. Saat dengar kabarmu baik-baik saja walaupun tidak secara langsung, tetap saja hati ini senang. Padahal luka dan airmata mengiringinya. Pergilah jika kau mau, tapi aku tetap disini dan tak akan mengejarmu sambil menangis dan memohon kau kembali. Karena seharusnya kau tidak pergi ke arah yang salah. Benarkah kau lelaki yang ku kenal hatinya? Yang ku tau sekarang kau jauh dari pandangan mata. Maka teori berkata "aku merasakan sebuah kerinduan", darimana asalnya? dari hati yang bicara kepada hati yang tak tahu entah dimana. Lalu pada akhirnya mimpi itu datang mendekat dengan pasti, menegaskan bahwa kisah-kisah semu masih terangkai. Saat terbangun, akupun menangis dan tersadar, sampai begini dalamkah rasa itu? dalam tidur lelap pun kau datang.