Aku tidak pernah mengerti tentang rasa di hati, padahal kau telah hitamkan pelangiku tapi tetap saja ketegaran kata maaf selalu tercipta untukmu. mungkin semua karena cinta. Seperti aku ingin pergi ke tempat sepi dan meneriakkan semua tentang apa yang kurasakan padamu, tapi itu akan percuma karena kamu tak mendengarnya. Jujur, sungguh, nurani kecilku membutuhkanmu. Aku terlanjur masuk ke lembah hitam tak berujung dan membiarkan diri tak berdaya tersudut menunggu mati.
Fatamorgana cinta sudah mencapai titik jenuh dimana aku bosan dengan khayalan bebas ini. aku hanya ingin mengucap kalimat di dekatmu saat itu "Terima kasih atas semuanya, mengenalmu merupakan anugerah terindah di hidupku. Merindukanmu adalah hal manis yang pernah ku rasakan. Dan mencintaimu merupakkan bahagia untukku." Akhirnya ku sayat cinta yang hanya tuk ilusi semu itu. Maaf aku telah memasukkanmu kedalam kesedihanku yang seakan-akan kau lah penyebabnya.
Semoga dengan cepat kau dapat mengubur kenangan kita dalam-dalam dan menyentuh kebahagiaan bersamanya. Tersadarku sekarang bermain dalam fakta dan harus kalah terhadap kenyataan akhir. Dengan sisa perizinan nafas, aku berharap angin bersama segalanya di bawah langit yang mendengar mampu sampaikan pesan ini padanya. "pesan terdalam akhirku adalah, jika disaat aku pergi terlebih dahulu menutup hidup karena malaikat Tuhan datang menjemputku nanti, jaga dirimu baik-baik di bumi, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Dan harapan akhir terpendamku adalah, jika waktu dapat berhenti mangalir nanti, aku berharap itu waktu aku dan kamu sedang bahagia, meskipun di sudut hidup yang berbeda. Dan do'a terpendam terakhirku tentangmu adalah aku percaya Tuhan selalu memberikan apa-apa yang terbaik untuk umatnya dan semoga itu adalah akhir cerita ini."
Fatamorgana cinta sudah mencapai titik jenuh dimana aku bosan dengan khayalan bebas ini. aku hanya ingin mengucap kalimat di dekatmu saat itu "Terima kasih atas semuanya, mengenalmu merupakan anugerah terindah di hidupku. Merindukanmu adalah hal manis yang pernah ku rasakan. Dan mencintaimu merupakkan bahagia untukku." Akhirnya ku sayat cinta yang hanya tuk ilusi semu itu. Maaf aku telah memasukkanmu kedalam kesedihanku yang seakan-akan kau lah penyebabnya.
Semoga dengan cepat kau dapat mengubur kenangan kita dalam-dalam dan menyentuh kebahagiaan bersamanya. Tersadarku sekarang bermain dalam fakta dan harus kalah terhadap kenyataan akhir. Dengan sisa perizinan nafas, aku berharap angin bersama segalanya di bawah langit yang mendengar mampu sampaikan pesan ini padanya. "pesan terdalam akhirku adalah, jika disaat aku pergi terlebih dahulu menutup hidup karena malaikat Tuhan datang menjemputku nanti, jaga dirimu baik-baik di bumi, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Dan harapan akhir terpendamku adalah, jika waktu dapat berhenti mangalir nanti, aku berharap itu waktu aku dan kamu sedang bahagia, meskipun di sudut hidup yang berbeda. Dan do'a terpendam terakhirku tentangmu adalah aku percaya Tuhan selalu memberikan apa-apa yang terbaik untuk umatnya dan semoga itu adalah akhir cerita ini."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar