Instrument

Kamis, 04 Juli 2013

Berawal Manis

Pertama aku mengenalmu dulu, mungkin itu tidak di sengaja. Tuhan mempertemukan kita diwaktu yang tidak pernah kita duga. Di saat itu aku tidak mengerti apa-apa dan semuapun berjalan biasa saja. Permainan masa kecilpun dimulai, kau mendekatiku dan akupun dekat denganmu. Setiap hari kita tertawa bersama, bercanda dan tidak pernah ada luka. Kau selalu tersenyum, membawaku ke dalam kesenangan yang tak pernah ada habisnya. Entah mengapa aku merasa begitu nyaman berada di dekatmu. Seperti hati ini yang tidak menginginkan keadaan dimana dirimu tidak hadir disisiku. Kita bermain bersama dengan segala tingkah laku konyol dan tak masuk akal. Apapun kita lakukan, yang penting kita mencapai kesenangan.
Di setiap hari yang kita lalui dengan segala senyum membuat aku merasa dirimu begitu berarti dalam kehidupanku. Kau mampu merajai hari-hariku, melukis pelangi di hidupku, memberikan warna di kisahku dan aku merasa kau segalanya bagiku. Tanpa disadari semua yang kita lalui telah menjadi sebuah memori yang akan tercatat dengan sendirinya di dalam fikiranku. Dan tidak salah lagi, dirimulah yang masuk di dalam memori tersebut dengan segala kenangan terindah bersamamu. Itu semua tidak dapat dipungkiri karena waktu telah merekamnya. Seperti layaknya daun yang jatuh diterpa angin, karang yang selalu dihempas sang ombak dilautan dan matahari yang siap digantikan bulan ketika malam tiba, itu semua aku ibaratkan tentang betapa tidak menyesalnya aku telah menganalmu. Akupun berharap kau memiliki rasa yang sama. Di saat itu aku merasakan anugerah terindah turun dari tangan Tuhan dan diberikan kepadaku tanpa alasan apapun, dan menjadikan aku bahagia. Aku begitu bersyukur kehadiranmu merupakan bahagia untukku. Seperti dengan sendirinya dalam hati terucap "Aku berjanji tidak akan melupakanmu".
Waktu tak pernah berhenti, ia mampu membawa kita ke kejadian yang tidak pernah kita duga, dan kejadian itu adalah sampai di saat kita mengenal apa itu persahabatan. Aku mulai berfikir kau adalah sahabat terbaik yang pernah aku kenal. Bagaimana tidak, setiap kesenangan yang aku rasakan kau selalu hadir di dalamnya, mengapa bisa ? yaa karena kamu yang membuat aku merasa senang. Tuhanku, terima kasih, karena kamu telah turunkan anugerahmu untukku yang seperti dia.
Dikala tibanya pagi hari, aku hanya ingin memulai semua perjalanan cerita hidupku bersamamu. Ku sambut sang mentari, menghirup udara bebas dari alam dan berkata "Betapa indahnya hari ini". Tiba di saat kau pun datang dengan senyuman manis. Sudah tertebak semua, hati ini tidak akan  pernah bisa menolak semua ajakanmu yang membuatku bahagia. Kita habiskan waktu yang terus berjalan dengan segala kisah. Sampai dimana sang bulan terbit dan malam pun datang. Hari itu telah berakhir dan aku pulang dengan berjuta bintang yang tetap berada di langit. Ketika aku berada pada keadaan seperti ini, aku merasa hidup ini begitu indah. Seketika dalam waktu 5 detik, renunganku berbisik pada hati kecilku sebuah kalimat... " Semua berawal begitu manis".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar