Embun itu mulai jatuh dari ujung daun, yang terbenam pun terbit dengan anggun, sinarnya terpancar dengan bebas. Oh Tuhan, tiada yang salah dari apa yang Engkau ciptakan. Setapak terang menghampar panjang jauh ke depan, apa itu harapan?. Berjalan lah kaki ini di atasnya, mencari-cari arti akhir yang bahagia. Mensyukuri nikmat-Nya dengan cara lain, merindukan kebahagiaan yang dititipkan datang, iya benar, dialah kamu. Memuja senyum pada cinta yang tak biasa, kehangatan itu terasa beda, saat dekat padanya di suatu ruang. Biar kesederhanaan itu terjaga, biar aku jaga senyumnya tetap menyala, meskipun aku adalah kayu bakarnya. Bercerita pada sungai, yang airnya membendung dan meluap di ujung mata. Hitam, awan hitam itu datang dan semua gelap. Gerimis perlahan hadir, tetes airnya bagai puisi, yang kecewa ia datang tega mencaci maki. Tetesnya semakin deras, membuat yang lain berlari tak mau di basahi. Salahkah hujan turun? padahal bulirnya rela diterbangkan lalu dijatuhkan dengan kerasnya. Biar, biar cahaya itu membias kumpulkan ribuan warna dan lengkungan yang indah. Biar mereka yang berlari dan sembunyi, keluar memuji hadirnya pelangi. Kalau lah ada duka di antara kenangan, mungkin dia pertanyaan atas jawaban kabahagiaan. Tuhan Maha Mengetahui apa yang kita ucap disetiap doa, sekalipun kita sebut namanya, dia yang kita tunggu. Semua seperti seharusnya, terangkah, gelapkah, tiada masalah. Masalahnya adalah rindu ini tetap mengeja namamu dengan lembutnya. Walau kau tak selalu ada di dalam terang atau gelapnya langkah ini.
Cerita Hidup
semua cerita kehidupan yang berawal dari pemilihan senyawa anak manusia yang menjalani kisah sampai akhir nafas perizinan kehidupan.
Instrument
Minggu, 25 Januari 2015
Rabu, 24 September 2014
People Come and Go
Ada kalimat bilang gini, "Surround yourself with people you trust to make you better, not drag you down, and keep at it". Tapi anehnya masih banyak yang kadang ngerasa ada di sisi yang serba salah, kaya makan buah simalakama. Maksudnya yaa, pergi salah, ga juga salah. Kalo pergi ngerasa sepi, kalo ga udah ngerasa ga nyaman juga. Kadang sahabat juga gitu, seakan selalu ada aja. Padahal kan maunya a best friend isn't someone who's just always there for you. It's someone who understands you a bit more than you understand yourself. Tapi kenyataan ngajarin kita hal yang beda sama mimpi. Kadang hidup lucu juga si, mangkanya banyak orang yang pantes diajak ketawa bareng atau yang kita ketawain bareng-bareng. Yang tadinya kenal deket, main bareng, becandaan bareng, bisa kaya orang ga kenal, jangankan negor, nengok aja males. Tapi buat sahabat yang bener-bener sahabat thank you for standing by my side when times get hard, thank you for making me laugh when I didn't even want to smile. Buat temen cewek, jangan kebanyakan baca novel tentang cinta, nanti jadi pinter ngedrama, entar apa-apa maunya jadi yang utama, tiada lebih indah selain sadar diri. Udah percaya aja, apa yang agama kita gariskan tentang cinta dan caranya itu jauh lebih indah dari semua cerita cinta yang direkayasa manusia. Cari teman hidup itu bukan perihal tampang, harta, apalagi gelar, tapi tentang seseorang yang mau duduk bersamamu sampai rambut memutih dan raga tak mampu lagi berbuat banyak. Sendiri, selalu butuh waktu untuk sendiri kalo lagi ga tau harus kaya gimana lagi sama keadaan yang udah ga bisa dijelasin. I'm not mad or depressed or antisocial. I just need to not talk to anyone for a while, and that's okey. Buat yang nyari arti kesetiaan, atau yang udah ngerasa kesepian, tengok ke atas deh, the only one who will never abandon you is Allah. Biar mereka datang, biar mereka pergi, gausah munafik, pura-pura jadi teman baik, padahal hatinya jahat, belajar jujur minimal sama diri sendiri. Kalo mau jadi orang baik yaa harus beneran baik. You have exactly one life in which to do everything you'll ever do. Act accordingly.
Senin, 15 September 2014
Bukan Rumahmu
Banyak hal yang harus ku pelajari. Kadang berucap ku mau dan akan pergi suatu hari, sebelum hatiku mulai terbakar dan tersayat. Tidakkah kau tau? dingin, angin dan hujan sudah datang dan pergi, tapi sangat berat saat semua tiada arti. Aku telah temukan arah yang sesungguhnya, tapi sayangnya kau tak pernah percaya akan arah itu. Tidakkah kau mau pergi ke sana bersamaku?. Jika kau pergi jauh, akankah kau mengajakku bersamamu?. Pagi yang begitu dingin, tak ada yang bisa dikatakan. Tentang sesuatu yang tertangkap di fikiranku. Dan fajar telah menyingsing, bersama semua yang perlahan hilang satu persatu dari hidupku. Dan aku berusaha ada di sana saat kau membuka mata. Janganlah kau pergi, katakan apapun yang ingin kau katakan. Katakan bahwa kau kan tinggal di sini kini dan selamanya. Untuk saat ini aku butuh banyak waktu, untuk membuat suatu hal yang salah menjadi benar. Sialnya keadaan dan permainan ini adalah hal yang tak bisa ku mainkan. Kau dan aku, padahal kita tau cara menunjukkan perasaan masing-masing. Dan aku melihat ke arahmu, tapi kau tak memperhatikanku, iya kan?. Aku tau kau tak pernah mendengarku, karena seakan kau telah mengerti semua tentangku. Dan sejak aku terjaga, hingga aku kembali tertidur, aku berusaha selalu di sisimu. Kau coba hentikan tingkahku, tapi aku sabar menunggu hanya untuk melihat apakah kau cukup peduli. Apakah dulu kau ingin aku berubah? Aku telah berubah untuk selamanya. Dan ku ingin kau tau, bahwa kau kan selalu dapatkan maumu. Aku setia membunuh waktu, agar kau tau aku begitu membutuhkanmu. Kaulah yang ku lihat meski kau tak melihatku. Kaulah yang ku dengar dengan keras dan jelas. Kaulah yang cerita hidupnya selalu ku baca meski kau tak meminta. Walau ku tau hatiku takkan pernah jadi rumahmu, di mana tempatmu kembali setelah pergi entah kemana.
Rabu, 10 September 2014
Power Rangers
Ucapan yaa cuman ucapan, pada kenyataannya yang bilang bakal setia menemani juga sanggup pergi dengan mudahnya. Bukan hak kita juga si buat ngelarang, emang kita siapanya dia?!. Tapi kenapa yaa banyak orang yang gampang matahin komitmen omongannya sendiri? kenapa yaa banyak yang ga bisa belajar ngehargain arti kehadiran orang lain. Kaya temen, dulu pas baru kenal si asik-asik aja, sampe saking deketnya lama-lama jadi sahabat, bahkan udah dianggap kaya sodara sendiri. Kemana-mana bareng mulu, kalo ada yang kaga ikut pasti ada yang nanya "si itu mana?". Seru dah pokoknya, kerjaannya ketawaaaaa mulu. Eh tapi itu dulu, pas kita ngerasa nyaman di dalem ruang lingkup yang isinya itu ituuuuu aja. Sekarang mah udah beda, waktu itu bilangnya ga barengan sehari aja kangen, sekarang bilang kangennya tiap malem cuman buat gebetannya, atau pacarnya, atau halusinasinya, atau apalah itu. Jamannya lagi bareng, kalo ada yang jatuh cinta yaa pada cerita. Main nasehatin sesama gitu, padahal mah belum tentu yang nasehatin hatinya lebih sehat dari yang dinasehatin. Tapi sekarang udah ga ada tuh yang kaya gitu-gitu. Kalo kita yang ngechat atau bbm balesnya lamaaaaa, itu juga kalo dibales haha. Biasanya si kalo balesnya lama dia lagi chating atau bbman sama yang lebih asik dari kita, cieeeee kita udah ga asik buat dia. Yaa ga abis pikir aja si, pertemanan yang udah kita bangun lama, runtuh gitu aja cuman gara-gara dateng orang baru yang ga penting-penting amat. Yaudahlah yaa, mungkin sekarang masanya di mana kita asik sama dunia kita sendiri, karena keadaan juga udah terlanjur ngajarin kita hal itu. Mereka udah berubah, kaya Power Rangers, padahal power rangers aja berubahnya sebentar doang, terus bakal balik lagi kaya semula, mereka kapan yaa balik kaya semula???. Tapi yang gue tau, Orang jahat yaa tetep dinilai jahat, meskipun jadi orang baik nantinya. Orang baik yaa tetep dipandang baik, meskipun berubah jahat nantinya. Dan sahabat? yaa tetep sahabat, meskipun kita udah bukan siapa-siapa dimatanya.
Sabtu, 05 Juli 2014
Buka Layar Kapal
Saat hari-hari terasa dingin, dan perasaan terombang-ambing tak berdaya, duduk di bawah terang tapi sendiri. Saat semua pergi, dan dia yang kita elu-elukan adalah yang terburuk, tak ada tempat untuk sembunyi. Hari masih sangat panjang, dan selalu bertanya-tanya pada diri sendiri, sudahkan kulakukan semua yang bisa kulakukan???, dan tak tahu, haruskah mencoba lebih keras lagi???. Suara kehidupanku memang tak akan mampu menjangkau kehidupanmu, tapi bolehkah kita mencoba saling bicara, barangkali kita dapat mengusir kesepian dan tidak merasa jemu. Aku ingin buang kebenaran, aku ingin menaungimu tapi bersama si jahat di dalam hati, karena aku bukan malaikat yang kau harapkan. Saat kau merasakan nyamannya, tataplah mata yang hanya di hadapanmu, disitulah kau kan temukan jawaban. Tapi jangan terlalu dekat, di dalamnya sangat gelap gulita, banyak genangan tertahan menunggu ditumpahkan ketika langkah-langkah itu semakin menjauh. Getarannya tak beraturan, akibat kekacauan yang kau buat. Meski mereka bilang ini semua salahmu, aku jawab semua tergantung nasib, bersandar di telingaku pernyataan yang aku harus meninggalkanmu. Aku pergi karena tak mendengar kata-kata yang teramat kau butuhkan dan tak ada tempat yang harus ku miliki. Setelah langit, setelah matahari, masih ada harapan yang bersinar terang. Hanya ada dua cara, aku ubah masalah itu yang berarti tak mungkin atau aku ubah diri sendiri untuk hadapi masalah itu. Biar sesuatu itu menggantung, agar kita sangat ingin menggapainya. Nyatanya kita tidak mungkin menunggu angin untuk ikut mendorong kapal yang kita tumpangi agar sampai di tujuan. Tapi kita harus buka layar kapal, dan berusaha sabar menunggu waktu yang tepat, agar arah benar yang kita harapkan, datang dengan sendirinya.
Jumat, 28 Maret 2014
Baik Yang Hebat
Ini kisahnya, ini adalah ketakutan yang tidak ku percaya sebelumnya. Tentang mereka, mereka yang berkata sambil memeluk dan bersuara sendu, seakan meminta tak ingin semua pergi dan berakhir. Seakan memohon dengan lemah dalam kekuatan yang masih mereka punya. Waktu tidak bisa bersembunyi dan dia berhak bercerita tentang fakta. Faktanya apa sekarang? siapa aku? dia? dia? dia? dan semuanya?. Cerita cinta itu, berhasil membuat mereka memfokuskan cinta pada cinta yang tak sadar dari siapa dulu itu tercipta. Baik pada mereka yang tak baik pada akhirnya, itu bukan kesalahan, itu petunjuk. Karena yang aku tau agamaku tidak ingin siapapun jadi makhluk jahat, apapun alasannya. Jika menjadi jahat membuatmu senang, cobalah, jangan berbuat jahat pada apa yang tidak bisa kau bunuh. Pasti doa doa baik itu datang yang memohon dan meminta pada Tuhan-Nya agar kau menjadi orang baik. Pertikaian terjadi, posesifku mengajak hatiku menjauhi orang-orang yang dulunya baik dan menjaga perasaanku. Tapi aku bukan anak kecil, yang mudah kalah dengan hawa nafsu. Pertikaian apapun dalam diriku, separah apapun itu aku percaya, bahwa semuanya diserta pilihan. Siapa aku selanjutnya itu tergantung dengan apa yang aku pilih sekarang, dan aku maupun dari setiap kalian berhak memilih hal yang benar. Aku lebih senang berlari sambil bernyanyi dan tersenyum pada orang-orang yang tersenyum kepadaku di jalan, entah siapa mereka. Daripada tersenyum pada mereka yang aku bukan siapa-siapa untuk mereka. Ingat, jangan terlalu sering berjalan sambil mendongak ke atas, nanti kamu lupa kalau kaki kamu masih menapak di bawah. Jadi orang hebat itu baik, tapi lebih hebat jika terus berusaha jadi orang baik.
Selasa, 04 Maret 2014
Lirih
Sunyiku dalam kesendirian malam, tertegun tak mampu pejamkan mata, menjemput mimpi bersanding untuk tertidur. Apa yang aku fikirkan? terus menerus dengan sendirinya mengganggu pandangan agar tak seperti biasanya. Sayatan detik waktu menuju pagi, melamun tiada arti bagi siapapun. Berserah dalam malam yang Tuhan-ku kisahkan untukku, bertanya tanya pada kebodohan yang juga tak tau dimana jawaban itu bersembunyi. Membiarkanku berlama-lama mencari hingga lelah. Tersesat dimana aku? sampai jeritan lirih tak bisa didengar. Menuju fajar yang dinginnya keringkan air mata, yaa semalam aku menangis. Merendahkan derajat ketegaran hati atas cinta tanpa alasan. Karena setinggi apapun standar kamu tentang calon pasangan, akan kalah ketika kamu jatuh cinta tanpa alasan. Tentang siapa? dia, yang hatiku tidak pernah jelas untuk singgah sementaranya atau tempat tinggal yang ia kunci untuknya sendiri, bahkan mungkin tidak ada yang berhak masuk kecuali dia. Kejelasan itu belum benar adanya, keresahan menyertai senyuman pagi. Tubuh tergoyang angin menantikan yang tak merasa dinanti. Hai kamu, selamat pagi, merasakah kesepianmu ku harap aku ada? aku selalu siap untuk itu. Tak terkecuali lilin harapan menyala temaniku selagi kau dalam perjalanan menuju hatiku.
Langganan:
Komentar (Atom)