Sunyiku dalam kesendirian malam, tertegun tak mampu pejamkan mata, menjemput mimpi bersanding untuk tertidur. Apa yang aku fikirkan? terus menerus dengan sendirinya mengganggu pandangan agar tak seperti biasanya. Sayatan detik waktu menuju pagi, melamun tiada arti bagi siapapun. Berserah dalam malam yang Tuhan-ku kisahkan untukku, bertanya tanya pada kebodohan yang juga tak tau dimana jawaban itu bersembunyi. Membiarkanku berlama-lama mencari hingga lelah. Tersesat dimana aku? sampai jeritan lirih tak bisa didengar. Menuju fajar yang dinginnya keringkan air mata, yaa semalam aku menangis. Merendahkan derajat ketegaran hati atas cinta tanpa alasan. Karena setinggi apapun standar kamu tentang calon pasangan, akan kalah ketika kamu jatuh cinta tanpa alasan. Tentang siapa? dia, yang hatiku tidak pernah jelas untuk singgah sementaranya atau tempat tinggal yang ia kunci untuknya sendiri, bahkan mungkin tidak ada yang berhak masuk kecuali dia. Kejelasan itu belum benar adanya, keresahan menyertai senyuman pagi. Tubuh tergoyang angin menantikan yang tak merasa dinanti. Hai kamu, selamat pagi, merasakah kesepianmu ku harap aku ada? aku selalu siap untuk itu. Tak terkecuali lilin harapan menyala temaniku selagi kau dalam perjalanan menuju hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar