Kala mereka jenuh dengan keadaan yang membuat mereka merasa rendah dimata orang lain, kala mereka bosan dicaci maki tentang apa yang tidak mereka punya, dikala itulah mereka harus memilih menggerakan progres perubahan dan tinggalkan kesedihan atau bertahan dengan pendustaan. Hidup ini pilihan, belajarlah memilih yang terbaik jika ingin dapatkan yang terbaik dan relakan pilihan yang lainnya. Tapi kalo bisa memilih dalam takdir pun pastilah setiap orang ingin bahagia. Bahagia pula bukan tentang apa yang didapat secara percuma, butuh proses untuk mendapatkannya. Proses terbesar biasanya berasal dari dalam diri kita, hati misalnya. Lagi semangat-semangatnya jadi orang baik, pasti ada yang ngejahatin. Tapi keputusan yang tepat hanya berasal dari kekuatan, bukan tentang kekerasan tapi belajar menahan emosi atau amarah yang mungkin berujung keburukan nantinya. Pembalasan dendam terbaik kepada orang-orang yang jahat itu cuma satu, yaitu membuatnya terpaksa menjadi teman baikmu tanpa ada pilihan lain. Pembencimu adalah penggemarmu, karena dialah yang selalu melihat perkembanganmu, maka dari itu berkembanglah menjadi yang terbaik. Bersahabatlah dengan mereka yang setiap perkataan dan perbuatannya membuatmu berfikir lebih jauh tentang arti indahnya kehidupan. Dekati teman barumu tapi jangan lupakan kawan lamamu, karena bisa saja mereka yang membantumu berhasil mendapatkan kebahagiaan itu. Tapi untuk teman-teman yang hadir saat mereka susah dan mengingatkan kita bahwa dia adalah kawannya saat kita bersenang-senang, anggap aja kita tidak pernah kenal. Jangan sombong dengan apa yang kamu bisa nikmati sekarang, karena kesenangan dan kesedihan itu datangnya sama-sama dari Tuhan. Sadarilah, diatas langit masih ada langit, kenapa harus naik pesawat kalau kamu bisa sampai tujuan dengan mobil?. Kalaupun pesawat jatuh mendarat di jalur yang salah, tetap mobil kan yang mengangkatnya?. Salam hangat dari penggila langit-langit sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar