Kadang Cinta berlalu di depan kita, berbalut dalam kerendahan hati. Tetapi kita lari daripadanya dalam ketakutan, atau bersembunyi dalam kegelapan, dan membiarkan diri kesepian. Sedangkan yang lain lari mengejarnya, entah untuk berbuat jahat atas namanya atau mencintainya lebih dari yang aku kira. Saat semua terasa cukup, cukup di sia-siakan semua yang telah diperjuangkan. Cinta sederhana itu yang ku indahkan sendiri bagai kayu yang tak sempat mengucapkan kata terakhir kepada api yang menjadikannya abu. Tidak cukup semua membuatmu ikut mengindahkannya. Kemudian semua hilangkan kesempatan, seperti isyarat yang tak bisa dikirimkan awan kepada hujan dan menjadikannya tiada. Kadang aku harus berpura-pura tidak perduli dengan semua hal tentangmu yang ku ketahui, karena aku tidak berarti apa-apa untukmu. Rasa yang tersimpan untuk waktu yang cukup lama, itu membuat cerita tidak indah untukku, tapi aku tidak tau imbas semua untukmu, semoga itu akhir bahagiamu. Jangan kau datang kembali untuk bertanya tentang rasa yang sama dikala kemarin ada, karena cinta yang kau terima sekarang sebanding dengan cinta yang kamu berikan, kamu harus belajar mencintai lebih jika ingin dicintai lebih. Mungkin sekarang tak bisa ku buatmu tersenyum seperti dulu, itu karena aku tidak mau menyakiti dirimu dan kenangan indahmu. Selamat malam, nikmatilah apa yang kau katakan sendiri tentang dirimu, biarkan aku sendiri. Jadilah teman terbaik untuk dirimu, jangan kau jadikan dirimu musuh terburuk untukmu sendiri, akibat egomu yang menghancurkanmu demi orang yang salah untukmu. Puisi ini bukanlah pendapat yang aku nyatakan, itu adalah lagu atau nyanyian hati yang muncul daripada luka yang tak berdarah atau mulut yang tersenyum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar