Instrument

Sabtu, 31 Agustus 2013

Cerita Malam

Hai malam, kita bertemu lagi. Aku setia hadir dalam ceritamu. Tapi bagaimana dengan bintang? ia tak terlihat malam ini dari duniaku. Tapi ku percaya dia selalu ada, dan mungkin akan kembali nantinya, walaupun bukan disetiap kubutuhkan kehadirannya. Hai angin, temani nafasku. Tentu kau selalu setia bersamaku, meski terkadang kau datang bersama debu yang membuatku merasa tak bisa bernafas seperti biasanya. Tapi yang ku tau kau tercipta untuk hidupku. Dan hai kamu, apa kabar? aku tak melihat kamu seperti dulu, kenapa? mungkin kau jauh dariku, tapi juga karena ini bukan masa lalu. Lalu bagaimana dengan arti kehadiranmu? sepertinya hanya untuk sejenak. Aku mengerti itu, dengan lantang kau ucap janji yang mengesankan, tetap setia dengan cahaya yang kau buat melalui api kecil itu. Tapi cahaya itu sekarang meredup dan aku berada dalam gelap. Dimana janji itu? kau tebar debu hingga berserakan, sampai tutupi ruang nafasku yang tersisa. Belum sembuh lukanya, malah kau tambah rasa sakitnya. Eeemm tapi selamat untukmu, kau adalah orang pertama yang membuatku merasa semakin bodoh, karena setiap harinya selalu merindukanmu yang jelas-jelas bukan pangeranku.